Puisi_Berperang nasib ditanah gersang
13.43.00
Berperang nasib ditanah gersang
Misbah, 25 Nopember 2012
Merajut benang dari tanah yang berlumpur
Menyusun istana dari kering tanah retak
Menikam hasrat bersama mimpi
Berharap tahta mendekat dalam mimpi
Panas
menyengat kulit
Mata
terbelalak kosong
Liur
serasa kering kerontang
Nadi
terhimpit berperang tak berdenyut
Seakan
ingin berteriak namun tak mampu
Berkata
hidup tapi ini adalah mati
Nasib ini terus memaksa
Aku lelah bertahan hidup
Namun aku pun takut mati
Aku takut…
Aku takut merasakan detik nafas
kuhirup
Mentari
terus memaksaku berjalan
Dialtar
gersang ini adalah ketenangan
Walau
perut keroncongan
Walau
terasa dingin jauh dari hangat peluk
Walau
terkadang serasa mati dgn mata terbuka
Walau
celotehan nyamuk terus mengganggu
Walau
panas memanggang punggung tuk bersandar
Tapi tangis si kecil adalah penopang
Kupaksakan diri ini tetap berdiri
Aku ingin anakku tetap bersekolah
Bersyair indah dalam hidupnya
Cukuplah aku menahan perih
Tuk nhidupmu oh……. anakku
0 comments